<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=7601468146787247672&amp;blogName=G+o+!+8+l+o+9&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://nawdir.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;v=1&amp;homepageUrl=http://nawdir.blogspot.com/&amp;vt=2608736867884461329" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
Monday, May 7, 2007
Reality Shows (Part 4)
Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5

Melissa merasa semakin risih dengan gelandangan yang baru saja tiba di dekatnya. Padahal ia sedang asyik-asyiknya bermimpi membayangkan dirinya menimang-nimang bayi lucu hasil perkawinannya dengan lelaki tampan yang sedang duduk di sebelahnya. Melissa bahkan berani bersumpah kalau tadi lelaki tersebut melirik dan tersenyum kearahnya. Hatinya berhenti berdegup sejenak, Oh tidak! Aku naksir lagi. Padahal baru kemarin aku naksir tutorku yang baru di Uni. Namun menurut Melissa tidak mungkin lelaki cool seperti itu tertarik dengan kutu buku yang gendut sepertinya. Jadi tidak ada salahnya jika ia membiarkan dirinya terlelap sejenak di dalam mimpi indah yang tidak mungkin menjadi kenyataan. Namun gelandangan tersebut merusak segalanya. Kini Melissa hanya ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu. Jauh dari tatapan mata gelandangan itu yang menelanjanginya. Padahal Melissa hanya ingin duduk berdua dengan Nicholas—

—Yang merasa kasihan dengan gelandangan yang baru saja menghampirinya. Mungkin jika suatu saat Nicholas berhenti berusaha dan menyerah menggapai cita-citanya ia akan menjadi seperti gelandangan tersebut. Ia merasa kesal melihat cara lelaki angkuh ber-PDA yang tadi menyenggol kakinya memperlakukan gelandangan itu. Menurutnya, gelandangan dan lelaki businessman itu sama-sama butuh pertolongan. Seandainya mereka berdua sedang mengidap penyakit, maka si gelandangan akan menderita penyakit ‘kelas bawah’ seperti cacingan atau muntaber, sementara si businessman, penyakit-penyakit ‘elit’ seperti Stroke atau kanker otak. Intinya, mereka berdua sedang sakit. Si gelandangan harus di imunisasi secara teratur dan si businessman harus dioperasi. Menurutnya, penyakit yang lebih susah di obati adalah penyakit Greg—

—Yang sudah lupa mengenai si gelandangan. Tapi Greg memang tidak terlalu sensitif dengan orang-orang di sekelilingnya. Kecuali kalau ia sedang menghadiri pesta makan malam yang dihadiri orang-orang penting sepertinya. Otaknya sedang sibuk menganalisa naik-turunnya harga saham yang beritanya baru saja masuk ke telepon genggam PDAnya. Ia hanya ingin cepat-cepat pulang dan mandi. Ia selalu merasa sedikit kotor setelah duduk di kendaraan umum, apalagi ia telah berdiri cukup lama di dekat Mick—

—Yang kini mencoba mencari perhatian Melissa dengan rayuan-rayuan nakal. Melihat Melissa yang seperti Greg, tidak memperdulikannya dan bersikap seolah-olah seperti Mick itu objek transparan. Mick menjadi kesal, dan rayuan-rayuannya pun menjadi lebih kasar dan kata-katanya semakin kotor. Melissa bergeser menjauh dan Mick menggunakan kesempatan itu untuk duduk di tempat yang sekarang kosong diantara Nicholas dan Melissa. Nicholas merasa sedikit was-was melihat tingkah Mick. Tiba-tiba Mick menaruh telapak tangannya di atas sebelah paha Melissa. Melissa berteriak, Nicholas berdiri menahan tangan Mick, sementara Greg pura-pura lugu dan semakin menjauh seperti ingin berlari, menyambut dan memeluk cium tram yang sedang mendekat.

Lalu pandanganku tertutup tulisan: “Melbournians.. Get Lost!!!”, sebuah poster iklan yang mempromosikan turisme di Queensland terpampang di sisi tram yang baru tiba. Gambar hamparan hutan dan pantai-pantai indah Queensland menghiasi poster itu. Maksud tulisan iseng di iklan tersebut tentunya adalah agar para Melbournians tertarik untuk berkunjung dan ‘tersesat’ di dalam keindahan alam Queensland.

Setelah tram tersebut lewat, Melissa dan Greg sudah tidak ada lagi. Yang tinggal hanya Nicholas dan Mick yang berteriak, “Get the f**k away from me!” sambil menarik tangannya dari genggaman Nicholas. Mick lalu berjalan sambil menggerutu menuju stasiun bawah tanah Melbourne Central tanpa lagi menoleh ke arah Nicholas. Peristiwa ini cukup menarik perhatian beberapa pejalan kaki yang berhenti sejenak untuk mencari-cari tahu apa yang terjadi. Namun beberapa menit kemudian, situasi perhentian tram itu kembali normal, seolah-olah babak seru yang baru saja lepas tidak pernah terjadi. Tidak lama kemudian Nicholas pun beranjak pergi ke arah Elizabeth Street dan hilang ditelan kerumunan para pejalan kaki.

********************

Labels: ,

posted by ridwan @ 8:19 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
About Me

Ridwan Arifin Hasibuan


>Home >Blog >Songs >Writings
Previous Post
Archives
Links
Search
Google
 
Web This Blog

© 2006 G o ! 8 l o 9 | Blogger Templates by GeckoandFly.
No part of the content or the blog may be reproduced without permission.
Learn how to